PROFIL MA AL FATICH

- SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA MA AL FATICH
MA Al Fatich merupakan lembaga formal yang berada di naungan Pondok Pesantren Al Fatich. Sejarah berdirinya MA Al Fatich juga tidak lepas dengan berdirinya Pondok Pesantren Al Fatich. Pondok pesantren Al Fatich didirikan pada tahun 1988 oleh Bapak K.H. Ali Tamam, dengan berlokasi di Tambak Osowilangun V/10, dengan santri pertama sebanyak 8 anak, setelah beberapa hari kemudian diserahkan kepada putra sulung beliau yaitu, K.H.Abdul Basith dan isteri beliau, Ibu Nyai Hj. Karima Indariyati. Sejak diserahkan kepada putra beliau berarti tampuk kepemimpinan pondok berpindah ke putra beliau sedang K.H. Ali Tamam menjadi penasehat dan pembimbing.
Ketika diasuh oleh K.H. Abdul Basith, lokasi pondok dipindahkan ke jalan Tambak Osowilangun No 98. Dibandingkan dengan tempat sebelumnya, lokasi yang baru ini lebih strategis karena berdekatan dengan jalan raya, dan mudah dijangkau oleh masyarakat baik dari dalam kota maupun luar kota.
Perkembangan pondok yang masih baru ini relatif cepat pada tahun 1988 berjumalah 8 anak, tahun 1989 bertambah menjadi 16 anak pada tahun 1990 menjadi 32 anak .Karena lokasi pondok yang semula bertempat di rumah pengasuh, dan jumlah santri semakin banyak maka pada tahun 1990 dibangun gedung baru yang dapat menampung sampai 500 anak.
Di samping pembangunan fisik pondok, masalah mutu pendidikan pun sangat diperhatikan oleh pengasuh. Program utama pondok pada awal berdirinya adalah pengajian Al Qur’an dan hafalan maka pada tahun 1992 didirikan Pondok Pesantren Diniyyah, pada tahun 1993 didirikan TK dan MI . Tahun 1995 berdiri MTs, lalu selanjutnya didirikan MA Al Fatich pada tahun 2000. Dengan demikian kebutuhan akan pendidikan formal dan non formal telah terpenuhi di pondok ini.
MA Al Fatich yang didirikan pada tahun 2000, jumlah murid pertamanya sebanyak 12 siswa dan tahun-tahun selanjutnya jumlah siswa semakin meningkat, yaitu tahun 2001 jumlah 23 siswa, tahun 2002 jumlah 37 siswa, tahun 2003 jumlah siswa 47 siswa, pada tahun 2004 berjumlah 59 siswa, dan pada tahun 2007 berjumlah 77 siswa. Melihat jumlah tersebut bahwa secara kuwantitas MA Al Fatich mempunyai kecenderungan naik
Dari sisi kualitas MA Al Fatich selalu berusaha meningkatkan mutu sumber daya siswa tentunya dengan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimbangi dengan iman dan takwa sehingga dalam pembinaannya akan selalu mengarah pada pengembangan pengetahuan yang dibarengi dengan akhlakul karimah.
Dengan semakin bertambahnya jumlah murid dan semakin meningkatnya SDM yang dimiliki oleh Pondok Pesantren Al Fatich maka kedepannya akan segera di buka sebuah Sekolah Tinggi Agama Islam yang akan bekerjasama dengan dinas terkait yang nantinya akan di tujukan kepada lulusan MA untuk melanjutkan ke jenjang S1 karena sudah tersedianya gedung yang representatif.
- Struktur Organisasi MA Al Fatich
Penjamin Mutu : H. Ahmad Fauzi, S.Ag, M.Pd.I
Kepala Madrasah : Syaddad Ibnu Hambari, Lc. M.Ag
Waka Ur. Kurikulum : Sri Sugiarti, SP
Waka Ur. Humas : Zainal Afifi, S.E
Waka Ur. Kesiswaan : Muhamad Miftahul Alim, M.Pd
Waka Ur. Sarana dan Prasarana : Atho’illah Al Mursyidi, S.Pd.I
- Letak Geografis MA Al Fatich

VISI, MISI DAN TUJUAN MA AL FATICH
A. Visi Madrasah
Perkembangan dan tantangan masa depan seperti: perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, globalisasi yang sangat cepat, era informasi dan berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan memacu madrasah untuk merespon tantangan sekaligus peluang tersebut. MA Al Fatich Surabaya menggambarkan cita-cita madrasah di masa depan, yang diwujudkan dalam visi madrasah sebagai berikut:
“Terwujudnya Generasi Islam Ahlus Sunnah Waljama’ah, Berakhlaqul Karimah, Unggul dan Mandiri”
B. Misi Madrasah
Untuk mewujudkan visi tersebut madrasah menentukan langkah-langkah strategis dalam melaksanakan kegiatan pengembangan pendidikan yang mengacu kepada terlaksananya 8 standar pendidikan nasional.yang dinyatakan dalam Misi berikut:
- Menanamkan ajaran aqidah dan syari’ah ahlus sunnah wal jama’ah.
- Menanamkan dasar-dasar nilai akhlaqul karimah
- Menciptakan lulusan yang kompetitif dalam mencapai hasil belajar untuk melanjutkan pendidikan dan bersosialisasi dalam hidup bermasyarakat
- Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah, berfikir logis, kritis dan kreatif
- Menerapkan pembelajaran menyenangkan
- Meningkatkan tenaga pendidik dan kependidikan yang profesional
- Menyiapkan fasilitas yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran
- Membudayakan sikap transparansi dan akuntabilitas
- Mengembangkan kemampuan beradaptasi dan peduli pada lingkungan
C. Tujuan Pendidikan Madrasah Aliyah
Kurikulum Merdeka Tahun 2022 dan Kurikulum Madrasah 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.
Berdasarkan visi dan misi yang telah ditetapkan dalam kurun waktu yang telah ditentukan, tujuan yang diharapkan tercapai oleh madrasah yang mengacu pada RKT (Rencana Kerja Tahunan) adalah:
- Menginternalisasi nilai Islami dan nilai aswaja dalam setiap mata pelajaran
- Menyusun Silabus dan RPP mata pelajaran muatan lokal Aswaja
- Membudayakan perilaku akhlaqul karimah dalam kehidupan sehari-hari
- Menyelenggarakan pendidikan berbasis ICT (Information and Communication Technology) secara bertahap dan berkelanjutan
- Meningkatkan KKM dan nilai rata-rata UN (Ujian Nasional) setiap tahun
- Madrasah menyediakan kegiatan ekstra kurikuler untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik.
- Membimbing dan melatih peserta didik dalam kegiatan lomba sains, olah raga, keterampilan dan kesenian
- Melaksanakan metode CTL pada pembelajaran
- Meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan melalui workshop dan pelatihan-pelatihan
- Membangun ruang UKS yang memadai, Toilet dan Kantin bersih dan sehat
- Membangun taman dan penghijauan lingkungan
- Merumuskan RAPBM dengan melibatkan stakeholders dan melaporkan secara berkala
- Melaksanakan kegiatan upacara, bakti sosial dan jum’at bersih
- Melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan secara berkala
- Menerapkan budaya 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)